Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

sama

Pelan kau sebut nama yang belum lama muncul, tapi ribuan tahun usianya
Pelan kau ciumi hatinya hingga luka-lukanya tak berbekas…
Luka dari bajak…
Luka dari tanah…
Kau tak percaya bagaimana mungkin tanah kesepian…
Tapi jalanan kota membuktikannya…
Dan puisi dewa-dewa… membuat kau dan dia tak perlu lagi banyak bicara, kau bisa merasakannya…
Ketidakmungkinan, adalah tempat dimana aku ingin berada…
Aku dengan nama ribuan tahun...

eyes

Eyes
A passion for a vision
In Faces Long Hard Road, there are thousands ways
Uncounted Hundreds life, Future of you and I
Through the eyes of the life, I saw future
Nurture blessing
Through the eyes of the death, I saw torture
Nature cursing
But, eyes of the heart, Will smiling at me
Affirm uncounted life…
Leafs show you how it is.

hati

Pagi di sebuah desa di utara.
Ayam mengumumkan harap
Semalam berjuang untuk pilihan berat.
Jangan lagi menoleh ke belakang, wahai begawan.
Mari sambut hening yang lain.
Begawan ciptoning mengucap salam…
Pada pagi dan setiap hati.

Sebatang Djarum, segelas kopi, setangkup mimpi
Seperti kembali ke rumah.
Rumahku belantara…
Perhatian Dewa Indra
Ajakan untuk mengarahkan hati
Pada Sang pemberi matahari…

Cah angon-cah angon
Panjatlah pohon belimbing itu
Menggapai mimpi baru, sebuah kerling.

Tak lagi mati
Jika menari dengan abadi
Hingga wajahNya menampakkan diri
Nanti…

Juni 2008